Catatan Latsar: Hari Ketiga

by - Juli 04, 2019

Bismillah, Alhamdulillah.
Hari Ketiga Latsar CPNS Gol. III Tahun 2019. Kamis, 4 Juli 2019.

Seperti hari sebelumnya, setelah menjalankan shalat Subuh berjamaah, pukul 05.15 WIB kami bersiap olahraga pagi. Kali ini kami melaksanakan senam aerobik yang dipandu oleh Bapak Nur Amri Yahya. Hentakan musik yang begitu "nge-beat" membuat kami bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh infrastruktur instruktur senam. Ibu Afif, rekan sekelompok kami menyaksikan dari pinggir lapangan dengan sesekali manggut-manggut dan bertepuk tangan menyemangati kami.

Selanjutnya kami mandi, sarapan, dan melaksanakan apel pagi. Pada hari ketiga ini kami mendapatkan pengalaman baru yaitu tentang kedisiplinan. Ada beberapa teman angkatan 12 dan 13 yang terlambat hadir di lokasi apel sehingga harus maju menghadap ke pembina apel untuk menjelaskan sebab keterlambatannya.

Pukul 08.00 sampai dengan ashar, kami menjalani sesi dinamika kelompok yang dipandu oleh Ibu Wuryani. Pada sesi ini kami meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersamaan, pentingnya mengenali situasi psikologis teman-teman kerja di instansi tempat bekerja. Kegiatan dinamika kelompok ini juga dilaksanakan aneka permainan agar kami saling mengenal satu sama lain. Setelah selesai satu permainan dilanjutkan dengan refleksi. Pada akhir sesi, kami melaksanakan musyawarah mufakat dan pengambilan suara untuk menentukan pengurus kelas.

Setelah shalat ashar sampai dengan maghrib, kami mendapatkan pemahaman tentang Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara. Bapak Ambar Rahadi dan Bapak Thantowi Jauhari mengajak kami mengendarai mesin waktu untuk menyaksikan tentang bagaimana Pancasila lahir dan menjadi ideologi bangsa ini. Kami diputarkan beberapa video dokumenter tentang Bung Karno. Betapa bangganya ketika bapak bangsa kami ini menyampaikan "way of life" dihadapan tokoh-tokoh dunia.

"Saya merinding, Pak. Saya bangga sekali dan semakin cinta dengan Indonesia." tutur mbak Intan, teman kami seangkatan.

"Indonesia is not perfect, but awsome., kalimat ini begitu menarik bagi saya. Saya bersyukur, Pak, setelah menyaksikan video betapa kaya dan indahnya negara kita ini. Semoga video ini dapat diupload di internet, Pak, agar anak-anak generasi milenial dapat menyadari betapa indahnya negeri ini." ujar mas Imadudin dengan optimis.

Pada sesi ini kami memang diajak untuk menyamakan persepsi tentang bangsa dan negara tercinta Indonesia. Harapannya, agar kami semakin cinta tanah air, memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, menjunjung tinggi kehormatan NKRI.

Kegiatan diakhiri dengan apel malam. Alhamdulillah.


----bersambung----

Salam,
Agus Tri Yuniawan

Sumber Gambar: kmhdi[dot]org

Note: Tidak ada foto dokumentasi ketika kami belajar di kelas. Hal ini karena telah ada kesepakatan antara peserta diklat dengan pengajar untuk tidak membawa smartphone saat kegiatan diklat berlangsung. Insyaa Allah pekan depan penulis akan mohon ijin membawa kamera saku untuk sekedar mengambil satu atau dua foto dokumentasi, semoga diperkenankan, hehe.

You May Also Like

0 komentar