Catatan Latsar: Hari Kedelapan (bagian 2)

by - Juli 10, 2019

Pukul 19.00 WIB, kami melaksanakan shalat isya berjamaah di Masjid Iqro'. Selanjutnya kami menuju ke lapangan untuk berkumpul persiapan caraka malam.

Caraka malam adalah kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan disiplin, keberanian, semangat serta loyalitas dan kemampuan peserta latsar CPNS. Selain itu, latsar malam juga melatih kemampuan mengingat instruksi, menghadapi cobaan/ gangguan, dan memegang informasi rahasia.

Pada beberapa kesempatan sebelumnya, para pengajar telah menyampaikan kepada kami agar menjaga kesehatan untuk kegiatan caraka malam. Akhirnya kegiatan yang dinanti pun tiba.

Setelah apel malam, kami angkatan 14 dibagi menjadi empat kelompok dengan anggota masing-masing sepuluh orang. Ada empat pos yang kami lalui setelah pos start/awalan. Pos pertama kami lalui secara berkelompok. Kami diminta menunjukkan yel-yel kelompok. Setelah itu, kami bersama-sama diberi tugas menyebutkan nilai-nilai dasar bela negara. Selanjutnya kami menyusunnya kedalam puzzle huruf diatas meja. Waktu kami 10 menit. Aahh... lega, pos I telah kami lalui dengan baik. Sebelum meninggalkan pos, kami diberikan instruksi untuk melalui pos-pos berikutnya. Lokasi pos berikutnya adalah di hutan pinus. Kami diberikan informasi untuk mengambil stik es krim yang bertuliskan "latsar 2019". Namun dalam prosesi pengambilan stik tersebut kami harus memperhatikan beberapa catatan penting yaitu: stik es krim adalah tiket kalian ke pos terakhir, perjalanan mengambil stik akan dikelilingi beberapa gangguan maka peserta harus waspada, hati-hati mencarinya, maka perhatikan tanda, dst. Informasi-informasi tersebut harus kami ingat dan tidak boleh lupa. Ketua kelompok diberikan satu telur ayam. "Bawalah telur ini, apapun yang kamu alami di hutan, jaga telur ini jangan sampai pecah!". Selanjutnya kami menuju pos kedua. Kami diberangkatkan satu persatu. Di pos tersebut kami menghadap petugas untuk menjawab pertanyaan. "Instruksi apa yang diberikan di pos pertama?", kami pun menjawab detail dan tidak boleh ada yang terlewat. Setelah pertanyaan terjawab, kami dipersilakan memasuki hutan.

"Ingat, penuntun jalan kalian adalah tali. Telusuri tali itu dan jangan sampai lepas supaya kalian tidak tersesat." pesan petugas. Gelap gulita, dingin, dan suasana khas pepohonan kami rasakan. Belum ada setengah perjalanan, kami diuji dengan beberapa pohon yang bergoyang. Lima langkah selanjutnya kami membau aroma kemenyan yang dibakar, merinding, itulah reaksi pertama. Kami pun berjumpa teplok satu, maju sekian meter ketemu teplok lagi. Satu, dua, tiga teplok telah kami jumpai. Hampir tiba pada teplok berikutnya, tiba-tiba "sruuuuuuuut... kedebug!", sesosok putih terkucir meluncur dari atas pohon. Kaget? iya. Sambil mengatur nafas, kami teruskan langkah. Belum ada 10 meter tiba-tiba dikejutkan dengan sosok yang muncul dari semak-semak. dan ..... berlanjut. Barangkali beberapa keadaan detail, unik, nano-nano, akan kalian rasakan sendiri ketika mengikuti kegiatan caraka malam ini.

Kami tiba pada satu pohon dengan rangkaian dedaunan. Ada simbol tengkorak disana. Stik es krim kami cari disekitar pohon tersebut, dan... dapat. Akhirnya setelah beberapa saat kami menyusuri hutan pinus, kami dapat keluar dari sana dan menuju pos selanjutnya. Lega? pasti. Karena telah dapat keluar dari rangkaian ujian menegangkan, dan ingat, setiap peserta melaluinya SENDIRIAN.

Pos selanjutnya kami memanjat dinding. Ketinggiannya sekitar 8 meter. Namun sebelumnya, kami harus menyerahkan "tiket". Tanpa itu kami tidak bisa lanjut. Satu persatu kami memanjat dinding tersebut hingga sampai atas. Lokasi atas adalah lokasi pos berikutnya. Telur yang tadi dibawa ketua kelompok alhamdulillah dapat dijaga sehingga utuh. Pada pos ini kami menerima tugas yakni lempar telur membentuk pola bintang. Kelompok membentuk formasi melingkar. Satu orang hanya mendapatkan kesempatan satu kali lempar dan satu kali tangkap. Dan pastikan telur tidak pecah. Bismillah, telur mulai kami lempar, tetapi di tengah perjalanan... "plakk", telur tidak berhasil ditangkap dan pecah. Akhirnya kami sekelompok menerima sanksi. Kami harus menghafal pembukaan undang-undang dasar Republik Indonesia. Sepuluh menit kami diberikan kesempatan untuk menyiapkan dan... berhasil.

Singkat cerita, kami telah berhasil melalui semua pos. Terakhir adalah kegiatan Api Semangat Bela Negara. Pada kegiatan ini kami melakukan prosesi pembukaan, pengucapan ikrar, pembacaan puisi, mendengarkan amanat, pembacaan puisi, dan doa. Yang menarik dan membekas dalam kegiatan ini adalah kegiatan penciuman bendera merah putih. Suasana khusyu', hening, haru-biru. Diiringi lagu syukur dan gugur bunga, imajinasi kami menerawang ke belakang jauh mengingat jasa pahlawan bangsa. Acara ASBN terlaksana sempurna dengan catatan sekedarnya. "Kami sebenarnya menanti ada diantara kalian yang melakukan kesalahan. Tetapi kenyataannya sampai acara selesai, tidak kami jumpai kesalahan, sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk memberi sanksi kepada kalian. Tim ini (14) adalah salah satu tim terbaik yang telah kami latih. Kalian dapat melaksanakan tugas dengan baik. Terima kasih." apresiasi Sertu Sugiyono kepada kami. Sebelum pukul 02.00 kegiatan kami telah selesai. Kami pun kembali ke asrama dengan keadaan penuh syukur dan suasana haru yang masih melekat. Alhamdulillah.

---- bersambung ----

Salam,
Agus Tri Yuniawan


Foto Dokumentasi: Sertu Sugiyono






Gambar: lamputeplox[dot]wordpress[dot]com




You May Also Like

0 komentar