CATATAN MENJELANG RAMADHAN

by - Mei 13, 2018


Sebelum menulis catatan ini, saya sampaikan dulu poin-poin mukadimah/ pembuka, yaitu bahwasanya si penulis pun belum tentu bisa mengamalkan apa yang ditulisnya ini. Namun karena di kotak status tertulis "Apa yang sedang anda pikirkan?", maka saya memilih untuk menuliskan apa yang sedang saya pikirkan. Harapannya adalah semoga bisa menjadi reminder untuk penulis pribadi dan semuanya. Semua yang tertulis di facebook ini pun tujuannya untuk mengingatkan diri yang menulis, selebihnya jika ada manfaatnya bagi poro sedulur maka boleh diambil. 

Tahu belum, sebentar lagi Ramadhan menjumpai kita loh. Berikut ku tulis catatan menjelang Ramadhan:
  1. Yang masih punya hutang, segera diselesaikan, mumpung ada kesempatan. Hutang puasa loh ya, kalau hutang yang lain silakan di negosiasikan, syukur-syukur diikhlaskan, hehe, ngarep.
  2. Perut yang lapar perlu diisi agar kenyang, begitu juga ruh mu. Sesekali ngaji dong, buka youtube pengajian singkat, siapapun ustadznya kamu bebas menyimaknya, asal kamu suka dan nyaman buatmu. Semoga ruh dalam jasadmu juga 'kenyang'.
  3. Kalau sudah merasa cukup ngaji, praktikkan ilmumu, sebarkan kasih sayang, jangan malah ngajak debat orang. Ingat, ciri-ciri buah ngaji yang baik adalah orang menjadi lebih sabar, lebih penyayang, lebih teratur hidupnya, bukannya tambah galak dan tempramen.
  4. Kemampuan tiap orang dalam setiap hal tentu berbeda. Jangan kamu memaksa agar setiap orang menjadi seperti apa yang kamu mau. Kasih kelonggaran, kamu aja suka longgar pada dirimu, masak sama orang lain sesempit itu, nggak nyamanlah, tersenyumlah. 
  5. Biar lebih bisa memahami poin nomor 4, pelajarilah ilmu kepribadian. Teori dasar pribadi manusia yang terbuka dan tertutup. Koleris, sanguin, plegmatis, dan melankolis. Nanti kamu bisa lebih memahami dirimu sendiri, dan pastinya lebih bisa memahami orang lain. Ingat, bahwa Rasulullah pun sangat 'ngemong' para sahabatnya yang mempunyai sifat yang tidak sama satu sama lain.
  6. Hati-hati nulis di medsos, salah pemilihan kata bisa viral nanti. Apalagi musim-musim politik seperti ini, rileks saja lah. Baik yang pakai kaos oblong bertagar #2019 ganti presiden ataupun yang pake kaos bolong karena keseringan dipake ngarit, tetap rukun lah. Jangan sampai kamu membenci saudaramu gara-gara kaos, ditertawain cicak nanti.
  7. Kamu pasti butuh saudaramu, tetapi memang ada kalanya yang namanya dinamika kehidupan, pasti ada yang namanya crash, tidak cocok, kesel, mangkel. Itu lumrah, Lur. Tapi ingat, Islam mengajarkan maksimal 3 hari saja, jangan maksa minta diskon. Malu aku sama adek-adek yang main di kebon itu, jam 9 pukul-pukulan sampe nangis, jam 10 udah cari talok bareng. Ckck
  8. Menua itu keniscayaan, tetapi menjadi dewasa itu pilihan. Jangan mau diadu domba, jangan mau dikompor-kompori, kalau kamu bingung, berkumpul dan mendekatlah pada kawan-kawan seperjuanganmu, mintalah nasehat ulama. Kamu nggak bisa berjuang sendirian, karena itu berat. Berjuang sendirian itu ibarat domba yang tersesat di padang pasir, yang rawan diterkam srigala. Maka jadi manusia saja, jangan jadi domba. Ngomong-omong soal domba, sudah pernah lihat domba belum? Jika belum, dolan saja ke Bumi Merapi Jogja, ada Si Shaun The Sheep loh.
  9. Menyambung poin nomor 8, jika belum memiliki kawan-kawan seperjuangan, segera temukan. Boleh yang seragam hijau, biru, putih, pelangi, asal baik dan lurus. Tahunya baik sama lurus bagaimana? Perhatikan saja, jika setelah kamu bergabung ternyata kamu menjadi lebih nyaman, lebih rajin sholat, lebih sabar, lebih menghormati orangtua, lebih menghormati orang lain apalagi sesama muslim, lebih sayang Rasulullah dan semua sahabatnya, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan yang lainnya tanpa terkecuali. Lebih mengenal dan hormat pada Ibunda Kaum Mukmin, semuanya tanpa terkecuali, dan endingnya kamu merasa lebih dekat dengan Allah, itu artinya kamu sudah di tempat yang benar.
  10. Ada kalanya bosen juga mendengar musik-musik pop, mulailah ganti mendengar lagu-lagu Islami, banyak di youtube, ada Sabyan Gambus, ada Rijal Vertizone, ada Ahbabul Musthofa, ada Maher Zein, ada Opick, ada banyak pokoknya. Saudara-saudara kita non Muslim aja ada yang sampe nangis terharu ketika mendengarnya, buka saja di Youtube. Kalau kuota internet mepet, silakan dolan ke Masjid Al-Mustaqim Plempoh, paswordnya sudah ditempel sama saudaraku Mas Zainal Abidin.
  11. Tantangan kita, tantangan adik-adik kita, semakin bertambah. Rapatkan shaff. Dekatkan hati-hati kita. Saling doakan dalam diam. Jangan bertengkar perkara tai cicak lagi, jangan bersitegang gara-gara hukum musik lagi. Mari bersama-sama menyerukan kebaikan dengan kebaikan. Islam itu mudah, jangan dipersulit, mudahkanlah, dan jangan membuat umat lari menjauh, mendekat saja biar lebih hangat, nyalakan api unggun, bakar telo bareng, bakar jagung bareng, kenyang bareng.
  12. Catatan ini sudah panjang untuk ukuran status facebook. Jika ada pemilihan kata yang kurang pas, jangan diskrinsut lalu dibully apalagi dilapor polisi, tapi sampaikan saja padaku biar kukoreksi, jika ternyata salah akan ku perbaiki, dan aku akan sangat berterima kasih, nanti insyaa Allah malah kutransfer pulsa, ya tidak banyak, lima ribu saja. 
  13. Sudah, ini saja dulu catatannya ya, Lur. 

Salam,
Agus Tri Yuniawan

Sumber Gambar: www[dot]sribu[dot]com

You May Also Like

0 komentar