MENGAPA ORANG YANG SUDAH NGAJI MASIH BERBUAT DOSA?

by - Februari 11, 2018


Syaikh Utsaimin menerangkan bahwa penyebab kita masih berbuat dosa ada 3. Yang pertama karena kita memiliki sifat bodoh. Maka ketika bodoh kita masih suka mengulang-ulang kesalahan. Yang kedua karena kita selalu diliputi hawa nafsu. Kita nggak pernah mampu menyapih nafsu kita. Dia selalu lengket dalam keseharian kita. Kapan nafsu lepas? yakni ketika kita sudah terbujur kaku, terbaring tak bernyawa. Maka ketika itu terjadi, orang sudah tidak punya nafsu lagi. Yang ketiga karena syetan selalu mengiringi manusia hingga manusia terbujur kaku berkalang tanah. Manusia mempunyai pendamping dari kalangan jin yang bernama qorin. Ialah yang membisikkan keburukan-keburukan supaya orang melakukannya.


Maka sahabatku, Allah itu tidak mencari orang yang bersih dari dosa. Allah tidak mencari yang sempurna tanpa cacat. Kalaulah Allah mencari hamba yang sempurna saja, maka Dia tidak perlu menciptakan manusia. Pastilah dia menciptakan hambanya hanya dari kalangan malaikat karena para. Bahkan sampai-sampai para malaikat berdialog dengan Allah ketika Allah hendak menciptakan manusia. "Ya Allah mengapa Engkau menciptakan di bumi itu orang yang membuat kerusakan dan mengalirkan darah?". Namun setelah dialog tersebut Allah tetap menciptakan manusia. 



Setelah tercipta Adam, Allah menempatkannya di surga. Para malaikat diperintahkan untuk bersujud memberi hormat padanya. Semuanya sujud kecuali iblis, karena iblis merasa lebih baik daripada Adam. Suatu ketika karena bujukan iblis, Adam dan Hawa melakukan suatu kesalahan dengan memakan buah yang terlarang, sehingga Allah mengeluarkan mereka dari surga. 



Sahabatku, maka disinilah sesungguhnya kita ini memiliki persamaan dengan iblis. Yaitu sama-sama berasal dari surga, sama-sama berbuat salah. Namun perbedaannya adalah ketika berbuat salah, manusia segera bertaubat, sedangkan iblis tidak. Maka Adam pun bertaubat kepada Allah "Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”



Itulah, Allah mencintai kepada orang-orang yang berbuat dosa, yang mereka tahu cara kembali kepada-Nya yaitu dengan bertaubat. Jangan pernah kita ini membenci, mencemooh, bahkan menghujat orang-orang yang berbuat dosa. Ada tetangga yang belum sholat, jangan dibenci, jangan disindir-sindir. Ada teman yang masih berbuat kesyirikan, jangan dihujat, jangan dijatuhkan kehormatannya. Ada sahabat yang masih berkecimpung dalam perkara riba', nasihatilah. Karena bisa jadi orang yang dibenci, dicemooh dan dihujat tersebut suatu saat mendapatkan hidayah dari Allah sehingga kembali ke jalan yang lurus yang berakhir di surga, dan bisa jadi yang membenci, mencemooh dan menghujat karena merasa lebih baik tersebut bisa tidak istiqomah sehingga terpeleset dan berakhir di neraka. Jangan merasa diri lebih baik sehingga seakan-akan kita menutup pintu surga bagi orang lain. Pemilik surga itu Allah, dan Allah selalu membuka pintunya bagi hamba-hamba yang mau kembali padaNya.



Kita saksikan kisah para sahabat, Umar bin Khattab yang dulunya melakukan kesyirikan, Fudhail bin Iyadh yang dulunya begal senior, Mais bin Malik yang dulunya pernah berzina, dan lain-lain dan lain-lain masih banyak, ternyata mereka tahu cara kembali kepada Allah, sehingga allah meridhoi mereka. 



Itulah ingatan terutama pada diri saya sendiri, dan semoga sahabatku mengambil manfaatnya. Mari, yang belum sholat, mulai sholat yuk. Yang sudah sholat, tetapi belum rutin 5 waktu, dilengkapi. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu, kepadaku, dan semoga kita dapat bertemu kembali bersama-sama kelak di surga. Aamiin.


Salam,
Agus Tri Yuniawan


Sumber Gambar: SurfingMyLife[dot]com

You May Also Like

0 komentar