NASEHAT "NDESO"

by - Juli 14, 2017


Teman-teman, kutuliskan secuil cerita dari ngobrol dengan kawan baru kemarin. Kawan saya ini kuliahnya loncat-loncat, artinya pindah dari univ satu ke univ lain sampai empat kali. Lulusnya pun sabar banget, alias lama banget baru wisuda. Namun dia cerita, sebenarnya ibunya sudah berkali-kali ngomongin, nasehatin, kasih saran dll. Namun baginya, nasehat ibunya itu aneh gitu lho, ndeso, nggak relevan dengan zaman sekarang. Dan akhirnya sekarang, setelah ia lulus, ia baru sadar, "oo...jadi gitu maksud mamak dulu yah."
.
.
Teman-teman, mungkin kita pernah mengalami masa-masa seperti itu, dengan berbagai macam versi yang berbeda, tetapi intinya tetap sama yaitu tentang nasihat orangtua. Kadang-kadang memang nasehat orangtua terasa tidak relevan dan tidak support dengan kondisi zaman saat ini. Namun ketahuilah bahwa di balik itu ada satu nilai yang berharga, yang berlaku jangka panjang. PERLU bagi kita mempertimbangkan itu.
.
.
Teman-teman, kata ustad di kampung saya, hidup ini pendek. Sependek jarak antara huruf B dan D. B artinya Birth, lahir, dan D artinya Death, kematian. Diantara B dan D ada huruf C, yaitu Choice. Sehingga dalam hidup ini tergantung pilihan kita. Sekiranya nasihat orangtua ini 'memang dirasa kurang relevan', dan kita mempunyai alternatif lain yang lebih baik menurut kita, sampaikan dan tawarkan dengan baik kepada orangtua, semoga mereka bisa menerima. Jika memang kita belum bisa menerima nasihat mereka, yah jangan buru-buru dicoret, tapi di stabilo dulu saja, dengan harapan suatu saat semoga kita bisa memahaminya. Makanan saja perlu waktu agar bisa diserap, begitu juga kata-kata. Orang pernah bilang, nasihat orangtua nggak mungkin 'njlomprongke' anaknya, karena mereka berkata berdasarkan pengalaman.
.
.
Teman-teman, suatu saat kita juga menjadi orangtua, insya Allah. Maka di kehidupan yang pendek ini, jika ada nasihat yang diberikan orangtua kepada kita, semoga kita diberikan pemahaman yang baik atas itu. Kebijaksanaan dan sumbu yang panjang perlu kita latih terus. 
.
.
Akhir kata teman-teman, demikian secuil cerita kutuliskan. Yang nulis belum tentu ingat terus, suatu saat penulis bisa lupa dengan apa yang ditulisnya. Oleh karena itu, semoga dengan media ini dapat menjadi ingatan bagi kita semua. 



Salam,
Agus Tri Yunaiwan



Sumber Gambar: twitter[dot]com

You May Also Like

0 komentar