Sahabat Solih yang Berakhlak Baik

by - Februari 03, 2017


Kita bukanlah superman yang memiliki kekuatan setiap saat. Kita manusia biasa yang hidup di akhir zaman yang kadang-kadang jatuh dalam kesalahan meski sudah ngaji. Mas, dah kuliah PAI kok gitu? Mbak kok fesbukan terus? Ya wajar karena memang ujiannya beda-beda dan iman kita naik dan turun. 

Itulah fungsinya sahabat yang solih, yang lembut mengingatkan saat kita jatuh, dan ketika kita kuat mereka berdiri disamping kita bersama-sama menuju Ridho Allah. Tapi ingat, sahabat solih yang akhlaknya baik. 

Karena belum tentu orang yang kelihatannya solih maka akhlaknya baik. Bisa jadi kalau mengingatkan kasar, dan mungkin suka menghujat orang lain dll. Ingat, kalau hari ini kita diajak menghujat orang lain, besok kita akan dihujatnya ketika berbeda pendapat dengannya. 

Pernah nggak dapat pertanyaan, "mas, temen saya itu pinter ngaji, hafal juz 30, rajin ke mesjid, tapi kok saya ndak nyaman ya didekatnya? malah saya lebih nyaman dengan teman yang baru hafal qulhu itu." 

Kalau kita punya teman yang berakhlak baik, maka dia tidak akan berkata "Eee..sudah S.Pd.I, tapi jarang ke mesjid, nggak guna tuh kuliahnya. Eee itu tetangga, kendaraannya banyak tapi kok nggak qurban, apaan itu?" apalagi menyindirnya didepan jamaah, dibelakang kita, tapi teman yang berakhlak baik dia akan mendekati kita, dan baik-baik bertanya , "ada apa mas? kenapa mbak?" 

Untuk itulah pentingnya punya teman solih yang berakhlak baik untuk menguatkan kita, mengingatkan dengan lembut. 

Karena panggung kebenaran itu sedikit pengunjungnya, susah ujiannya. Maka manfaatnya sahabat solih dan berakhlak baik, didunia mereka menjadi penguat hati kita, dan di akhirat merekalah yang menjadi penolong ketika kita tercecer. 

Carilah teman solih yang berakhlak baik, jika sudah ketemu, genggam erat dan jangan dilepaskan. Karena mereka ibarat mutiara dalam hidup. Jikalau kadang-kadang jengkelin, sabarlah, karena ia juga manusia biasa. Tapi kita tetap perlu dia dalam menapaki jalan kebaikan. 

Ambillah berkah dari teman-teman yang solih yang berakhlak baik. Usahakan tidak mengambil teman yang salah. Karena diantara penyesalan penduduk neraka adalah ketika mereka didunia mengambil teman dan sahabat yang salah. 

Jadikan ilmu yang kita miliki seperti benih yang ditanam dalam tanah, yang tumbuh sebagai pohon rindang yang berbuah manis. Jikalau orang yang lewat jika tidak mendapat buahnya setidaknya mendapatkan keteduhan dari rindangnya pohon itu. 

Jangan jadikan ilmu sebagai benih yang ditanam, tumbuh menjadi tanaman berduri yang setiap orang di dekatnya terluka, dan ketika memetik buahnya terasa masam dan pahit. 

Selamat Pagi.



Salam,
Agus Tri Yuniawan


Sumber Gambar: el-taqwa[dot]com


You May Also Like

0 komentar